SERAUT KENENGAN DI TANAH PASUNDAN
Karya:Mohammad Abror /9E/20
Diwaktu fajar yang mulai
menyingsing,kereta yang aku naiki perlahan-lahan berhenti di setasiun
Bandung.Akupun bergeges meninggalkan kereta.
Aku: (berhenti sejenek di setasiun dan tersenyum
bahagia sambil memendang tulisan setasiun Bandung)Hal yang selama ini aku
impikan akhirnya terwujud juga,tak sangka jerih payahku menabung selama ini
membuatku mengijakan kaki untuk yang pertama kalinya di Tanah Pasundan.Negeri
yang aku impikan sejak dulu.
Di depan setasiun,Pamamku telah menunggu kedatanganku
dari tadi.
Paman: (berdidri tegak sanbil tengak-tengok
memendang semua orang yang baru turun dari kereta)Di mana ya,keponakanku
tercinta,kok masih belum kelihatan juga?
Setelah aku
berada di depan setasiun,aku melihat paman yang sedang bingung karena
menungguku dari tadi.
Aku: Nah,itu dia paman.(bergegas menghampirinya)
Aku: Assalammualaikum paman.(sambil bersalaman dan berpelukan)
Paman:Akhirnya
kamu sampe di Bandung jugadengan selamat.(dengan
ekspresi yang senang)
Kami segera
pergi menuju rumah paman.Tiba di rumah paman aku langsung makan malam bersama
paman dan istrinya.
Paman:Ni,makan makanan khas
sunda,ada sayur kikil,ikan gurameh goreng,sayur pare,sayur tuge,ada sembel dan
lalaban.
Aku: ehmm…enek paman masakannya.
Setelah itu
kemudian aku tidur.Dan keesokan harinya,di pagi yang masih gelap sebelum
subuh,aku keluar dan duduk di depan rumah.Seketika itu aku melihat seorang
gadis berselendang merah yang lewat di depan rumah sambil membawa rinjing.
Aku: Siapa
dia ya,pagi-pagi gini kok ada gadis lewat yang membawa rinjing lagi?
Tumben,biasanya kan pagi-pagi gini gak ada yang berani lewat sini.Jalan desa
kan masih gelap.(berfikir-fikir penasaran).
Pagi
harinya,aku menanyakan kejadian yang aku alami kepada paman.
Aku: Paman,aku
tadi sebelum waktu subuh melihat gadis berselendang merah lewat depan rumah
sambil membawa rinjing,emangnya itu siapa ya paman?kok ada di pagi yang masih
gelap ada gadis lewat,biasanya kan gak ada yang berani lewat.
Paman: (merasa bingung dengan pertanyaanku)mang
ada apa ?di sini kan gak ada yang berani lewat.Itu yang di lihat kamu hantu
mungkin.
Aku: (merenung dalam hati dan pikiran)Gak mungkin lah itu
hantu,jelas-jelas tadi aku melihatnya itu seorang gadisyang sangat
cantik,tanpillanya juga kelihatannya orang.
Di hari selanjutnya tepatnya jam 3 dini
hari,aku kembali keluar ke depan
rumah.Lima menit kemudian,gadis berselendang merah itu lewat.Tapi,berbeda
dengan pagi kemarin,gadis itu sekarang lewat dan berhenti sejenek
melihatku,rambutnya yang panjang terbelai oleh desiran angin fajar,dan
senyumnya yang sangat manis membuatku tak bias berkata-kata lagi.Seketika gadis
itu pergi,aku langsung mengejarnya,
Aku: He tunggu,(berlari mengejar dia)
Aku: Maaf kamu siapa ya?kok
pagi-pagi yang masih gelap sering lewat depan rumah paman ku.Padahal kata
pamanku gak ada yang berani lewat sini sampe jam lima pagi.Ini kan masih jam
setengah empat pagi,sebentar lagi subuh.(berbicara
dengan tergesa-gesa)
Gadis:(
sambil menjawab tersenyum manis dan dengan suara yang lembut)Aku hanya seorang
gadis yang sehari-harinya lewat sini membawa dagangan nenekku dengan rinjing
ini untuk dijual di pasar.
Aku: Tapi,siapa namamu?dan
dimana kamu tinggal?
Dia tidak menjawab pertanyaanku dan dia
lansung pergi saja dengan rinjing bawaannya.
Sebenarnya
aku masih tak percaya gadis se cantik dia pagi-pagi gini berani lewat sini
sendirian.
Di pagi ini yang masih gelap,aku kembli
menunggu kedatangannya.Kali ini aku langung menunggunya di jalan.
Gadis: Sudah menunggu lama ya,!(sambil tersenyum)
Aku: Engga jug kok.Eh,aku
boleh gak ikut nganterin kamu ke pasar?
Gadi: Boleh,asalkan kamu mau.(terenyum manis)
Akupun menemani dia ke pasar sambil
membantu membawa dagangannya.
Hari demi hari telah aku raungi di tanah
pasundan ini,setiap pagi menjelang fajar,aku selalu mengantarkan gadis
berselendang merah yang membawa rinjing menuju pasar.Entah berapa banyak
candaan-candaan di antara kami berdua.Seolah-olah kami sudah seperti kakak dan
adek sendiri.
Namun,dihari terakhirku liburan di
Bandung,pagi hari itu aku tak sempat berpamitan kepada dia.Entah apa dia
merasa kehilanganku ataupun tidak.Yang
jelas aku sangat merindukan dia,sesekali dipikiranku terbayang-bayang
dia.Apakah dihatiku saat ini ada perasaan cinta yang membara,ataupun semua
kebersamaanku bersama dia hanya seraut kenangan saja di Tanah Pasundan yang tak
akan pernah ku lupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar